Rumah Peradaban Pelajar Indonesia (RPPI) riuh rendah di akhir tahun 2016, Sabtu (31/12). Adalah tim humas dan media dari keempat lembaga sosial yang bernaung di RPPI yang meramaikan sekretariat di Jalan Polisi I No 3 Paledang, Bogor itu. Mereka mengikuti pelatihan tentang dunia media sosial dan jurnalistik. Lembaga sosial yang dimaksud yaitu IMAGO Indonesia, Sentra Inspirasi Teladan Siswa (SINTESA) Indonesia, Sahabat Pendidik Indonesia, dan Rumah Peradaban Pelajar Indonesia itu sendiri.

Ruangan-ruangan yang ada di RPPI nampak dipenuhi aktivitas. Baik ruang utama maupun ruangan-ruangan kecil yang ada digunakan untuk kebutuhan pelatihan.

“Kami mendesain pelatihan kali ini berjalan secara paralel, supaya waktu yang ada bisa digunakan secara efektif,” jelas Astrid selaku ketua panitia. “Jadi ada sesi pelatihan media sosial yang dikhususkan untuk tim media sosial. Ada juga pelatihan jurnalistik untuk tim humas. Semuanya berjalan bersamaan di ruangan yang berbeda,” lanjutnya.

Pelatihannya sendiri diisi oleh para profesional di bidangnya. Untuk pelatihan media sosial, panitia mengundang Susilawati Habib, seorang Business Development Manager di RTB House, yang sebelumnya pernah menjabat sebagai Social Media Manager dan Digital Strategic Planner dii PT Rockit Media Solusi. Sedangkan pelatihan jurnalistik dibimbing langsung oleh Fuji Pratiwi, kontributor Republika. Selain pemaparan materi, peserta juga diberi ruang untuk bertanya jawab langsung dengan narasumber, dan berdiskusi dengan rekan setimnya.

Heri Nugraha, selaku kepala RPPI, terlihat turut serta dan bersemangat mengikuti diskusi hangat dengan tim media sosialnya. Hadir pula Syahrizal Rakhman, ketua IMAGO Indonesia, Rama Adeyasa sebagai pimpinan Sentra Inspirasi Teladan Siswa (SINTESA) Indonesia, dan Farid Hardiana, guru sekaligus pendiri Sahabat Pendidik Indonesia. Para pimpinan ini diminta hadir untuk memberikan arahan langsung terkait pencitraan lembaga masing-masing.

Firman Prawiradisastra, salah satu peserta pelatihan sesi media sosial dari Rumah Peradaban Pelajar Indonesia, mengaku puas dengan pelatihan ini. “Mantap sekali pelatihannya,” ujarnya. Senada dengan Firman, peserta sesi jurnalistik pun tampak antusias setelah jalannya pelatihan. “PR akhir tahun ini adalah mencoba membuat tulisan feature yang menantang,” aku Dita Adi Septianita, tim Marketing Communication dari IMAGO Indonesia.

Setelah mengikuti pelatihan ini, diharapkan keempat lembaga tersebut mampu memberikan pencitraan yang baik untuk masyarakat. Sehingga, semakin banyak pelajar, pemuda, dan warga yang terlibat aktif dalam kegiatan yang diadakan melalui kampanye lewat media sosial dan media mainstream.