Peristiwa banjir bandang yang menimpa beberapa wilayah di Kota Bogor akhir bulan Februari lalu seakan memberikan isyarat bahwa bencana bisa datang kapan saja dan menimpa siapa saja. Bukan hanya areal pemukiman, sekolah pun tidak luput dari intaian bencana. Lantas, ketika bencana melanda, apa yang bisa kita lakukan?

Bercermin dari beberapa peristiwa bencana maupun kecelakaan yang terjadi belakangan ini, Relawan Pelajar Indonesia mengangkat bahasan mengenai pertolongan pertama pada kecelakaan sebagai tema coaching rutinannya kali ini. Dena Karyanto, pembina komunitas Relawan Pelajar Indonesia asuhan IMAGO Indonesia ini, lebih jauh memaparkan bahwa pelatihan kali ini diadakan bekerja sama dengan Bulan Sabit Merah Indonesia. “Kami ingin agar adik-adik pelajar yang menjadi anggota Relawan Pelajar Indonesia bisa memiliki dasar-dasar yang diperlukan untuk menolong korban, baik itu korban bencana maupun kecelakaan,” lanjutnya.

Pelatihan yang diadakan Senin (24/7) ini bertempat di gedung Rumah Peradaban Pelajar Indonesia, Paledang, Bogor. Selama kurang lebih dua setengah jam, para peserta mengikuti pelatihan dengan seksama dan antusias. Asep Sofyan selaku narasumber dari Bulan Sabit Merah Indonesia tidak hanya menjelaskan teori pemberian P3K dan CPR, tetapi juga mempraktikkannya secara langsung. Di sela-sela materi yang diberikan, tampak para peserta aktif bertanya pada narasumber.

Rachmah Muthmainnah, ketua komunitas Relawan Pelajar Indonesia yang juga merupakan siswi SMA Negeri 10 Bogor yang duduk di kelas XI, mempunyai impian agar ia dan rekan-rekannya bisa memberikan kontribusi positif pada masyarakat setelah mengikuti pelatihan ini. “Kami berharap mudah-mudahan bisa mensosialisasikan ilmu yang sudah didapat kepada pelajar lain agar lebih paham mengenai pertolongan pertama pada kecelakaan,” ujar gadis yang akrab disapa Rachma.

Senada dengan harapan Rachma, IMAGO Indonesia akan menerjunkan Relawan Pelajar Indonesia untuk mengadakan bakti sosial kesehatan. “Kegiatan sosial ini akan diadakan di Taman Heulang hari Minggu nanti, tanggal 30 April,” jelas Duan Bari selaku Direktur Harian IMAGO Indonesia. Duan juga menambahkan bahwa kegiatan ini terbuka untuk umum dan tidak dipungut biaya apapun.

(Humas IMAGO Indonesia)